Home

Tri dharma perguruan tinggi meliputi tiga hal, yaitu pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan penelitian. Melihat kebutuhan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran terhadap wadah penelitian, maka dibentuklah Klub Penelitian (KP) pada tahun 2000. Pada waktu itu Klub Penelitian diisi oleh mahasiswa-mahasiswa yang memang memiliki minat terhadap penelitian. Klub Penelitian pun terus berlanjut hingga tahun 2003.

Pada tahun 2003, Arnas menginisiasi perubahan nama Klub Penelitian menjadi Science and Reseacrh Centre. Namun sejak awal berdiri, organisasi ini hanya menjadi wadah berkumpul tanpa benar-benar menyediakan pelatihan bagi para anggotanya.

Dari tahun 2003 hingga 2007, SRC menghilang tanpa kabar. Melihat kematisuriannya SRC, Yogi merasa perlu untuk kembali membangkitkan nama SRC. Di masa kepemimpinan Yogi SRC meraih masa kejayaannya. Setiap lomba yang diikuti pada waktu itu dimenangkan oleh mahasiswa-mahasiswa perwakilan SRC. Generasi ini dikenal sebagai generasi pertama SRC setelah SRC menghilang sekian lama. Namun kekurangan dari masa ini adalah tidak adanya pelatihan di dalam internal SRC. Jadi pada masa itu mahasiswa-mahasiswa tersebut hanya membesarkan nama SRC tanpa sebenarnya dikembangkan oleh SRC.

Berganti tahun menjadi 2008, kepemimpinan SRC berada di bawah naungan Monik. Di masa ini mulai terjadi penurunan prestasi. Prestasi-prestasi yang dimenangkan tidak mampu menyamai prestasi-prestasi yang ada di masa kepemimpinan Yogi. Pelatihan-pelatihan yang diharapkan untuk ada pun nyatanya belum berhasil diwujudkan.

Tahun 2009 hanya tersisa 2 survivor di SRC, yaitu Lina dan Galuh. Kekurangan SDM membuat proses kaderisasi untuk 2010 menjadi sulit. Ketika tahun berganti, untungnya ada 6 orang dari angkatan 2010 yang peduli dengan SRC dan menamakan dirinya sebagai Stem Six, yaitu Shidiq, Aang, Amila, Rizka, Todia, dan Afifah. Setelah mengalami pergolakan musyawarah yang cukup pelik dipilihlah Todia sebagai Ketua SRC. Generasi ini dihitung sebagai generasi keempat SRC.

Melalui proses pendidikan dasar di awal tahun 2012, akhirnya terpilihlah Generasi Kelima SRC yang jumlahnya cukup banyak. Di setengah awal kepengurusan, SRC belum memberikan banyak pelatihan-pelatihan yang akhirnya menyebabkan banyak anggotanya menghilang. Di setengah kepengurusan akhir, tersisa 27 orang yang benar-benar niat untuk lanjut di SRC.

Kini, SRC sudah memiliki anggota lebih banyak lagi pada generasi selanjutnya yaitu generasi enam dan tujuh, serta banyak melaksanakan program-program, misalnya pendelegasian untuk Temu Ilmiah Nasional dan berbagai acara nasional maupun internasional lainnya, Magnum Science Fall, mengisi materi Mabim setiap tahunnya, Workshop Pengenalan PKM-GT dan kompetisi lain, dan masih banyak lagi.

Harapan SRC saat ini adalah mahasiswa FK Unpad dapat berprestasi di bidang ilmiah dan itu terjadi berkat bantuan SRC. Jadi SRC bukan sekadar menumpang untuk dibesarkan namanya, tapi memang benar-benar mampu mengembangkan anggota-anggotanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s